Selasa, 05 Juli 2011

A little white lie

Novel ini benar-benar bagus. Meskipun ceritanya tergolong biasa, namun gaya bahasa yang digunakan penulis membuat kita tak sabar ingin mengetahui kelanjutan ceritanya. Cerita berwal dari Ocha, siswi SMA Teratai yang tak seperti teman-teman kebanyakan. Bagiaman tidak, saat hampir semua anak-anak ceawek di sekolahnya mengagumi Adit, ia malah gak tahu yang mana yang namanya Adit. Suatu hari, Ocha terlambat pulang gara-gara nemenin Pia, sobat karibnya, yang hari itu emang telat dijemput. Alhasil, Ocha pulang lebih sore dari biasanya. Namun, kesialannya gak cuma itu, motornya gak mau kompromi. Benar-benar di saat yang agk tepat. Yup, mogok. Sekolah yang sore itu udah sepi, gak ada siapa-siapa lagi, ditambah HP Ocha yang kehabisan pulsa, membuat Ocha gak tahu harus gimana lagi selain menangis. Dan disaat itu, seseorang menghampirinya. Mas Bintang, nama cowok itu, menghampiri Ocha yang lagi nagis dan membantu memperbaiki motornya. Ocha benar-benar terpukau. Sejak itu, ia jadi suka sama Mas Bintang. Ia mulai mendekati Mas Bintang melaui sms, dengan menggunakan nama samaran, Mita. Sms nya membuahkan hasil. paling nggak, Ocha jadi sering ngobrol sama Mas Bintang meskipun cuma di dunia maya. Tibalah saatnya pertandingan basket antarsekolah SMA Teratai. Dengan bujukan Pia yang mengatakan kemungkinan Mas Bintang jadi wasit hari itu, membuat Ocha dateng ke pertandingan itu. Meskipun ternyata, iming-iming Pia yang mengatakan Mas BIntang jadi wasit, ternyata cuma akal-akalan Pia aja supaya Ocha mau nemenin Pia nonton Adit, kelas X tanding basket. Insiden pun terjadi. Ocha yang memang lagi meleng gara-gara nyariin Mas Bintang, terkena lemparan bola basket nyasar tepat di mukanya. Dan ternyata lemparan itu tak lain adalah dari Adit! Bukannya minta maaf, Adit malah ngomel-ngomel bilang Ocha gak konsen nonton pertandingan dan gak menghargai para pemain yang lagi tanding. Gak terima dengan sikap Adit, Ocha langsung lari meninggalkan lapangan. Ia berlari ke arah perpustakaan di lantai atas, tempat favoritnya. Di sanaia dapat menangis tanpa ada seorang pun yang tahu. Kesedihan Ocha belum berakhir sampai di situ. Sepulangnya ke rumah, ia kembali sms-an sama Mas Bintang. Dan guess what? Betapa kagetnya ia ketika mengetahui bahwa Mas Bintang udah punya cewek. Whaat?? Ocha benar-benar kaget. Ia shock berat. Kenapa ia gak tahu kalo Mas Bintang udah punya cewek? Buat apa selama ini ia sms-an dan berusaha mendekati Mas Bintang dengan nama palsu pula? Ia kembali menangis dalam kegelapan.. Setelah itu, entah dewi fortuna apa yang menghampirinya, ia mendapatkan nomor HP dan alamat rumah Adit dengan amat sangat mudah. Padahal dia gak minta, bahkan gak pengen tahu nomor Hp ataupun alamat rumah Adit, tapi bisa dapet kedua-duanya dengan mudah, tapa perjuangan sedikit pun. Tentunya ia gak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ocha yang emang udah dendam kesumat sama Adit, mulai sms-an sama Adit denagn maksud untuk ngerjain cowok itu. Cuma ngerjain, dengan menggunakan nama samaran Ayu. Mau balas dendam, gak lebih dari itu. Tapi, ia gak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar