Kamis, 14 Juli 2011

Hutan yang Masih Dihargai Murah

Anda mungkin masih ingat film 'Avatar' karya sutradara James Cameron. Dalam film itu, komunitas lokal Na 'vi terpaksa terusir dari tanah yang sudah mereka huni selama turun-temurun oleh upaya militer hanya karena pertambangan mineral berharga di tanah tersebut. Seni mengimitasi kehidupan, karena premis film tersebut sudah menjadi kenyataan yang terjadi berulang kali di berbagai wilayah di Indonesia.

Sudah banyak cerita akan konflik lahan hutan adat dengan izin yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan-perusahaan besar (tambang, pengolahan kayu, industri kertas, industri kelapa sawit).  

Menurut Ketua Unit Kerja Presiden Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto di Lombok (12/7), konflik lahan dan hutan yang banyak terjadi sekarang adalah hasil dari tumpang tindih yurisdiksi antara berbagai kantor pemerintahan. 

Ia mencontohkan, di Kalimantan Tengah, ada 4 juta hektar lahan yang sudah ditetapkan sebagai kawasan hutan (Forest Estate) ternyata oleh Badan Pertanahan Nasional diberikan sertifikat kepemilikannya ke masyarakat adat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga memberikan izin pengelolaan kawasan hutan (forest estate) yang bertabrakan dengan izin penggunaan hutan yang sudah diberikan oleh Kementerian Kehutanan. Dalam kasus ini, setidaknya ada 560 ribu hektar lahan yang tersengketakan. 

Konflik lahan hutan antara komunitas adat dan perusahaan besar pun terjadi menahun. Seperti yang disampikan Kuntoro, terjadi di komunitas Pangean, Kuantan Singingi, Riau. Sudah sejak 1999, mereka berebut lahan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk lahan seluas 583 hektar. 

Di Lubuk Jering, Riau, pun terjadi hal serupa. Sejak 2006, penduduk di desa tersebut berkonflik dengan produsen pulp dan kertas akan lahan seluas 1627 hektar. Selain itu, ada juga 17 desa di Kampar, Riau, yang kini berkonflik dengan setidaknya enam perusahaan besar.

Ini baru beberapa contoh konflik lahan dan hutan yang terjadi di Indonesia. Menurut Kuntoro, setidaknya ada 30 ribu desa yang berlokasi di sekitar atau di dalam kawasan hutan. Hidup dan pemasukan mereka sehari-hari bergantung pada hasil hutan, dan kebanyakan dari mereka hidup dalam kemiskinan. Namun bagaimana mereka bisa mensejahterakan diri bila akses mereka masuk ke hutan malah dibatasi?  

Konflik-konflik lahan seperti ini sering berujung pada penyanderaan, bahkan kematian dari masyarakat adat yang menolak menyerahkan lahan.

Sebenarnya, dalam catatan Rights and Resources Initiative--koalisi global atas organisasi yang mendorong reformasi pengelolaan hutan dan kebijakan--ada tren meningkat di seluruh dunia akan masyarakat-masyarakat adat dalam mengelola hutan. 

Sayangnya, Indonesia menjadi keanehan tersendiri dalam tren positif ini. Di negara-negara seperti Cina, Korea Selatan, India dan Vietnam, kawasan hutan mereka yang luas sudah mulai kembali ke masyarakat adat. Dengan program ini pun, negara-negara tersebut berhasil memulihkan kondisi hutannya.

Sementara, meski Indonesia mengakui ada 30 ribu desa di sekitar kawasan hutan, komunitas adat memiliki hak untuk hanya kurang dari 1 persen hutan nasional. Bandingkan dengan Cina yang masyarakat adatnya memiliki hak sampai 58% dari hutan nasional. 

Samdhana Institute yang berbasis di Bogor mencatat, awalnya pemerintah Indonesia menyediakan 0,6 juta hektar lahan untuk masyarakat adat pada 2002. Lalu, pada 2008, jatah itu justru turun menjadi 0,23 juta hektar. Bahkan pada 2010, hanya 100 ribu hektar lahan diberikan pada pengolaan masyarakat adat, jauh dari target 500 ribu hektar per tahun.

Peneliti buat Trevaylor Consulting, Dominic Elson, menilai Indonesia masih terlalu berpikir sempit dengan memberi hak-hak istimewa pada industri kayu gelondongan dan pengubahan hutan menjadi area kelapa sawit. Hutan alam selalu dibuat tersedia untuk industri yang membayar sangat murah untuk nilai ekonominya, sementara masyarakat adat terus-terusan diabaikan. Jadi keuntungan yang didapat pemerintah dari industri kayu dan kelapa sawit masih sangat rendah dari yang sebenarnya bisa dihasilkan jika hutan dikelola dengan benar.

"Ada banyak bukti bahwa komunitas adat adalah pengelola sumber daya alam yang bisa diandalkan, tapi entah kenapa pemerintah Indonesia masih belum mau menganggap mereka serius," kata Elson.

Kuntoro mengakui semua ini terjadi. "Ini bukanlah hasil kerja satu institusi saja atau sesuatu yang terjadi dalam semalam," kata dia. Komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon sebesar 26% pada 2020, menurut Kuntoro, adalah sebuah kesempatan untuk mengurai keruwetan pengelolaan hutan selama ini. Sektor hutan dan lahan gambut menyumbang lebih dari 60% pada emisi karbon nasional. 

Maka itu, Kuntoro mentargetkan satu peta nasional yang akan menjadi rujukan berbagai institusi pemerintahan nasional yang berbeda dalam mengambil keputusan. Berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat adat, dianjurkan untuk berpartisipasi dalam proses ini. Inilah kesempatan mereka didengar dalam pengambilan keputusan soal hutan. 

Selain itu, ia juga mengajukan solusi percepatan pengukuhan batas-batas kawasan hutan di Indonesia yang berdasarkan atas partisipasi masyarakat adat. Semua pengelolaan hutan, idealnya, baru bisa berjalan setelah pemetaan ini selesai. Semua ini terdengar indah dalam kata-kata. Maka kata Kuntoro, "Yang terpenting adalah apa yang terjadi di lapangan."

Bandara Hasanuddin di Ibukota Indonesia Timur

Baiklah, hanya ada satu hal saya tidak suka dari Makassar: suara berisik dan terus menerus pengumuman di bandar udara Hasanuddin. Suara ini tidak jelas, dan saban hari dikabarkan banyak penumpang ketinggalan pesawat karena hal tersebut.
Soal akustik bandara ini sudah cukup lama dikeluhkan orang. Tapi rupanya perbaikan yangdilakukan belum berhasil. Menambah pengeras suara dan memperbesar suara tidak berguna, karenabukan faktor utama penentu kejernihan suara. Pokok soalnya ada pada waktu dengung yang terlalu panjang karena pantulan suara dari segala arah, dari dinding kaca di semua sisi, dan mungkin sedikit dari langit-langit melengkung.
Kalau Anda ingat dan memperhatikan bandara Incheon, Seoul, mungkin akan menyadari bahwa di sana hampir tidak pernah kedengaran ada pengumuman bersuara. Yang terjadi begini: hal-hal yang bersifat umum hanya diumumkan secara visual dengan layar besar. Pengumuman bersuara hanya dilakukan di masing masing ruang tunggu, dan hanya kedengaran di situ saja, padahal tidak tertutup seperti ruang tunggu Hasanuddin atau Soekarno-Hatta.
Kadang-kadang memang ada pengumuman menyeluruh, misalnya tentang keamanan, tetapi secara umum dan rutin kita tidak dengar suara bising pengumuman bertubi tubi dan berisik, tidak berkualitas jernih. Ini, selain karena rancangan sistem, juga didukung rekayasa teknik pengeras suara dan penataan ruangan yang hebat dengan bahan-bahan yang cukup menyerap suara, mengurangi dengung.
Jadi mengapa pengetahuan dan teknologi itu tidak sampai ke Hasanuddin?  Soal teknologi mungkin bisa dimaklumi. Tetapi pengetahuan tentang tata ruang yang menghasilkan suara yang jernih seharusnya sudah merupakan baku mutu minimum yang harus diterapkan pada semua bandara antarbangsa.
Apalagi Hasanuddin, di ibukota Indonesia Timur. Ya, Makassar bukan hanya ibukota provinsiSulawesi Selatan, tetapi secara ekonomi praktis adalah ibukota Indonesia bagian Timur.
Masalah di bandara Hasanuddin bukan hanya soal akustik. Standar toilet juga sangat tidak layak, ruang sirkulasinya terlalu sempit untuk bandara seluas ini. Sekarang ini hampir selalu ada bagian yang selalu direnovasi. Instalasi pendingin ruangannya luar biasa buruk pengerjaannya, dengan cepat menjadi kotor dan menimbulkan kesan menjijikkan. Detail detail sambungan baja, yang menjadi unsur konstruktif utama bandara ini, juga sangat buruk, setidaknya secara visual.
Mengapa bandara yang secara garis besar mega dan berpotensi ini menjadi buruk pada wujud akhirnya?
Bila kita bandingkan dengan banyak fasilitas umum di negeri ini, termasuk halte bus di Jakarta, mungkin sebabnya sama. Ada "inefisiensi" mungkin sekitar 30 % yang tidak sempat jadi barang dan jasa, yang seharusnya mewujud sepenuhnya dari anggaran? Atau, adakah sebab lain?

Kematian Akibat Rokok di Indonesia, Terbesar Ketiga

Kematian akibat penyakit yang disebabkan merokok di Indonesia menempati urutan ketiga terbesar di dunia setelah China dan India. 
"Merokok ini merupakan suatu kebiasaan yang akhirnya menjadi suatu karakter. Cara mengatasinya dengan bagaimana mengubah pikiran, sampai benar-benar berhenti untuk tidak merokok," kata Direktur Medis Rumah Sakit Sahid Sahirman Memorial Hospital (SSMH), dr. Harry Agus Alamudin dalam acara peresmian rumah sakit itu di Jakarta, Rabu. 
Menurutnya tahun 2010, pihaknya menerima sekitar 2.654 karyawan dari beberapa perusahaan yang melakukan cek kesehatan. 
Dari hasil anamnesa 69 persen tidak merokok, 31 persen mempunyai kebiasaan merokok 11-20 batang perhari. 
"Salah satu saran yang diberikan kepada peerokok dan memilliki penyakit kronis adalah harus berhenti merokok," katanya. 
Untuk membantu perokok mengatasi masalah selama upaya menghentikan kebiasaan merokok, Rumah Sakit SSMH bersama PT Pfizer Indonesia membuka Klinik Stop Merokok di Jakarta. 
Ditambahkan, di klinik merokok terdapat pengobatan secara farmakologis dan nonfarmakologis. 
"Di klinik merokok tidak hanya diatasi dengan obat-obatan yang disebut farmakologis, tapi juga mengontrol dengan suatu pengobatan nonfarmakologis yaitu dengan melakukan secara edukasi terhadap perokok sehingga para perokok tahu bagaimana cara menghentikannya," katanya. 
Sementara itu, dokter ahli spesialis jantung dan pembuluh darah SSMH, dr. Aulia Sani menjelaskan angka kejadian penyakit kronis dapat dengan mudah dan cepat dikurangi hanya dengan merubah hidup. 
"Mengurangi kebiasaan merokok adalah salah satu upaya perubahan perilaku yang dapat membantu mencegah terjadinya penyakit kronis atau mengurangi komplikasi penyakit yang diderita. Terapi dari klinik Stop Merokok dilakukan secara menyeluruh dan konsisten sehingga diperkirakan tingkat keberhasilannya lebih tinggi dibandingkan pasien yang melakukan terapi farmakologis saja," kata Aulia. 
Marketing Direktur PT Pfizer Indonesia, dr. Selly H. Rorong mengatakan metode yang menggabungkan terapi psikologis dan farmakologis di klinik itu dapat dijadikan acuan bagi pelayanan medis di seluruh Indonesia untuk membantu pasien lepas dari adiksi nikotin. 
"Melalui terobosan inovatif dalam penanggulangan adiksi nikotin, diharapkan penanggulangan masalah merokok di indonesia dapat lebih efektif dan terintegrasi," katanya. 
Terapi Klinik Stop Merokok diberikan oleh tim dokter secara terpadu selama 12 minggu di Sahid Sahirman Memorial Hospital mulai dari konsultasi psikologis individual, sesi curhat, terapi farmakologis hingga pemantauan berkala melalui "Costumer Relationship Management"

Westlife Beneran ke Indonesia (Lagi)?

Boyband tahun '90-an, Westlife, kabarnya bakal konser di Indonesia. Band yang digawangi Nicky Byrne, Kian Egan, Mark Feehily, dan Shane Filan itu masih terus eksis di panggung dunia. Dan rumornya, sebagai promo album terbaru mereka, Westlife juga akan mengunjungi Indonesia.
Dari data sebelumnya, Westlife sudah tiga kali menyambangi tanah air. Di tahun 2000 lewat konser bertajuk East Meets Westlife Tour, tahun 2001 dengan Where The Dreams Come True Tour, serta yang terakhir lewat Face To Face Tour di tahun 2006.
Nah, kali ini lewat Gravity Tour, Westlife akan kembali berkiprah. Minus Brian McFadden yang sudah meninggalkan band asal Irlandia ini sejak tahun 2004 lalu, rencananya Westlife akan mengenalkan beberapa hits dari album GRAVITY TOUR yang sudah rilis sejak 2010.
Westlife sendiri sudah menggeber Gravity Tour sejak Maret 2011 lalu di sejumlah kota di Eropa serta negara Arab. Dan dari rumor yang beredar di sejumlah jejaring sosial, Westlife juga akan tampil di Istora Senayan Jakarta pada 5 Oktober 2011 mendatang sebagai bagian dari jadwal Asian Tour mereka.
Sejauh ini masih belum ada keterangan resmi dari Westlife. Jadi, kita tunggu aja ya kelanjutan beritanya.

Sepuluh nasihat mitos tentang kecantikkan

1. Sering menyisir akan membuat rambut sehat dan berkilau
Salah. Menyisir hanya diperlukan untuk mengurai rambut yang kusut. Terlalu sering menyisir justru bisa menyebabkan kerontokan, dan membuat rambut rapuh, kering, dan mudah patah.

2. Mencukur bulu kaki bisa membuat bulu tumbuh lebih lebat
Salah. Mencukur kaki, ketiak, dan bagian-bagian tubuh lainnya hanya akan memotong rambut di bagian atas kulit. Folikel rambut tak akan rusak maupun tercabut. Jadi, saat bulu kembali tumbuh, ia tetap akan tumbuh normal.

3. Pori-pori bisa dikecilkan
Salah. Beberapa masker seperti masker putih telur memang bisa mengecilkan pori-pori, tapi hanya untuk sementara. Setelah efeknya hilang, pori-pori akan kembali ke ukuran semula.

4. Banyak makan coklat bisa menyebabkan jerawat
Salah. Hingga saat ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan hubungan antara jerawat dengan makanan. Yang jelas, makan makanan bernutrisi tinggi seperti sayur dan buah-buahan bisa membuat kulit lebih sehat.

5. Baby oil bisa mencegah stretch mark
Sebetulnya, yang bisa membantu mencegah stretch mark adalah proses pemijatan yang dilakukan saat mengoleskan minyak tersebut ke permukaan kulit. Dengan dipijat, kulit jadi siap untuk “melar” tanpa meninggalkan bekas.

6. Semakin tinggi SPF, semakin baik
Belum tentu. Yang terpenting adalah sunscreen Anda punya filter UVA (untuk antipenuaan) dan UVB (untuk mencegah kulit terbakar). Perbedaan SPF hanya menentukan seberapa sering kita harus mengoleskan ulang pada kulit. Semakin tinggi SPF, semakin lama dia bertahan di kulit.

7. Orang kurus tak mungkin punya selulit
Salah. Selulit adalah masalah kulit, bukan masalah lemak. Yang memengaruhi munculnya selulit adalah faktor keturunan, hormon, dan proses penuaan. Bukan saja orang yang kurus bisa punya masalah selulit, bahkan yang gemuk pun akan tetap punya selulit saat berat badan mereka menurun drastis.

8. Tak perlu memakai sunscreen saat cuaca sedang mendung
Hanya karena sinar matahari tak terasa terik di kulit kita, bukan berarti ia tak ada sama sekali. Sinar UVA yang berbahaya bisa menembus awan, kaca mobil, dan kaca jendela. Jadi memang sangat dianjurkan untuk memakai sunscreen setiap saat.

9.  Memakai kosmetik bisa merusak kulit
Saat ini hampir semua merek kosmetik sudah terbukti aman dan taka akan merusak kulit. Banyak pula yang berbahan noncomedogenic, yang artinya tak akan menyumbat pori-pori. Selain itu, kosmetik juga dapat melindungi kulit wajah dari paparan debu, polusi, dan sinar matahari.

10. Kulit berminyak tak perlu pakai pelembap
Semua jenis kulit memerlukan pelembap agar tetap halus dan lembut. Bahkan memakai pelembap adalah salah satu ritual wajib bagi perawatan kulit. Bila Anda memiliki kulit berminyak, pastikan pelembap yang Anda gunakan adalah pelembap bebas minyak.

Tidak Semua Buah Baik Disimpan Dalam Kulkas

Buah yang segar dan dingin memang paling enak dimakan saat cuaca panas. Namun tahukah Anda tidak semua buah-buahan baik untuk dimasukkan kedalam kulkas. Sebab ada beberapa buah yang justru lebih enak dan bernutrisi jika dibiarkan dalam suhu ruangan.
Mau tahu apa saja buah-buahan itu?
1. Semangka
Buah yang kaya akan air ini memiliki kandungan anti-kanker yang disebut likopen. Uniknya, kadar likopen dalam semangka akan meningkat hingga 40 persen jika diletakkan di dalam suhu ruangan.
Menurut studi yang dimuat dalam Journal of Nutrition, kandungan asam amino arginine, yang bisa membantu penurunan berat badan, dalam buah ini juga akan bertambah banyak jika tak disimpan dalam kulkas. Selain itu, kelebihan lain buah ini adalah bisa berfungsi seperti "viagra alami" karena mengandung citrulline.
2. Tomat
Buah yang bisa dikonsumsi dalam kondisi segar, menjadi campuran bumbu masak atau campuran salad, dan dijus ini kaya akan antioksidan likopen serta vitamin A, C, dan K. Makin merah buahnya, makin tinggi kandungan likopennya. Oleh karena itu, buah ini disarankan disimpan dalam suhu ruangan dan langsung dimakan saat buahnya matang.
3. Buah persik
Simpan buah persik dalam suhu ruangan tanpa menghilangkan batangnya untuk mencegah busuk. Buah persik atau peach memiliki kandungan serat yang tinggi, vitamin A dan C, serta mineral niasin dan potasium yang bisa meningkatkan kolesterol baik. Begitu buah ini matang, segera konsumsi atau simpan dalam kulkas. Nikmati buah persik dengan kulitnya untuk mendapatkan lebih banyak vitamin, fitokemikal, dan serat.
4. Mangga
Buah yang kaya vitamin C ini sebaiknya disimpan dalam keranjang buah, bukan di dalam kulkas, agar cepat matang. Buah mangga juga mengandung enzim usus alami sehingga bisa membantu mengatasi gangguan pencernaan.

Akhirnya Justin Bieber - Selena Gomez Berduet

Walau sama-sama berprofesi sebagai penyanyi, namun sampai sekarang Justin Bieber dan sang pacar, Selena Gomez, tak mengambil kesempatan untuk berduet. Namun akhirnya kedua remaja yang sedang kasmaran ini bernyanyi bersama, apalagi diwarnai aksi ciuman!
Meski tak berduet secara resmi ataupun di atas panggung konser, Justin dan Selena terlihat cukup nyaman melakukannya di sebuah bar karaoke di Los Angeles. Pasangan ini kabarnya sempat berkunjung ke sebuah bar bernama Lucky Strike di LA pada Minggu (10/7) malam dan memukau beberapa pengunjung dengan duet untuk lagu Picture yang dipopulerkan oleh Kid Rock dan Sheryl Crow.
Pelantun tembang Baby dan kekasihnya ini bahkan sempat pamer kemesraan di atas panggung. Untuk beberapa bagian lagu yang dinyanyikan bersama, Bieber dan Selena hanya menggunakan satu mikrofon bersama.
Tak hanya itu, setelah menyelesaikan satu lagu, Selena pun segera berada di pelukan Justin, sebelum akhirnya dicium oleh sang bintang idola remaja ini. Tak pelak, penonton pun langsung menyambut mereka dengan sorak sorai meriah.